Siapa yang menyangka, serangga yang imut dan lucu ini, ternyata dulu nenek moyangnya ialah predator pemakan daging. Cengkerik atau yang akrab disebut dengan jangkrik (Gryllidae) adalah serangga yang berkerabat dekat dengan belalang, memiliki antena panjang di bagian kepalanya serta memiiki tubuh yang rata, Telah di ditemukan pada lapisan kapur pada wilayah utara Brazil, yaitu Fosil serangga predator dari zaman dinosaurus. Serangga ini adalah serangga carnivorapemakan daging yang kira-kira berasal dari 100 juta tahun yang lalu.

Jangkrik (Gryllidae) memiliki Nenek moyang hidup pada masa periode Cretaceous,sesaat sebelum super benua Gondwana(super benua Gondwanaadalah kawasan Afrika, Australia, Arab, Amerika Selatan, Kaledonia Baru, India, Balkan, Madagaskar, dan Antartika saat ini) terpecah.

Seperti yang informasi yang di dapatkan dari situs LiveScience, ia berasal dari jangkrik berkaki miring atau genus Schizodactylus. Genus Schizodactylus termasuk jangkrik yang ada saat ini, serta binatang bernama katydid, belalang. katydid ini mereka dapatkan sesuai dengan jumlah kaki yang mereka miliki, yang membuat mereka bisa menyokong dan melentingkan tubuh mereka di habitat yang berpasir untuk berburu mangsa nya. Spesies ini tak menggunakan strategi khusus, spesies ini hanya menyisir habitat mereka untuk mencari mangsa, Saat berburu, Serangga yang memiliki tubuh tambun ini biasanya keluar pada malam hari. “Mereka juga bisa bergerak dengan cepat, bila dalam keadaan tertentu, termasuk dalam keadaan terancam. Spesies ini merupakan spesies yang cukup rakus.
Setidaknya, Perbedaan mendasar nenek moyang jangkrik dan jangkirik saat ini, adalah ia memiliki bentuk postur yang agak aneh dan pada panjangnya sekitar 6 cm dari kepala hingga ke bagian belakang tubuhnya.
Katydid memilik Antena yang lebih panjang dari tubuhnya. Jangkrik ini juga memiliki sayap yang tergulung dan kaki yang tajam seperti sepatu salju. Hal merupakan evolusi jangkrik untuk mendukungnya tetap bisa berjalan di daerah yang berpasir. Jangkrik jenis ini sangat agresif dan tak dapat terbang, walaupun mempunyai sayap. Sayap Katydidbiasanya dimekarkan saat diperlukan saja. Secara umum, jangkrik ini tidak begitu banyak mengalami evolusi atau mengalami periode yang biasa disebut ‘evolutionarystasis’selama paling tidak 100 juta tahun
Jangkrik diketahui dengan suaranya yang hanya dapat dihasilkan oleh Jangkrik jantan. Suara ini biasanya digunakannya untuk menarik sang betina dan mengintimidasi para pejantan jangkrik jantan lainnya. Suara jangkrik ini, semakin keras dengan meningkatnya suhu disekitarnya. Di dunia, terdapat sekitar kurang lebih 900 spesies jangrik, termasuk di dalamnya adalah gangsir.
